Tak terHituNg waktu yaNg terbuaNg taNpa tercuma, semua puNya kisah seNdiri daN berarti. Waktu berlalu tak berarti hilaNg begitu saja, seperti haL Nya hati iNi. Ketika keNaNgaN yaNg tak terhiNgga tak berwujud dalam tulisaN daN jari-jari riNdu bersentuhaN deNgan keyboard, hati iNi kembali iNgat daN iNgin meNtorehkaN semua yaNg dilalui.
AwalNya …
September 1, 2007 pada 10:27 am (Hari Ini)
Aghhhh ….. hijrah juga akhirnya duh tadinya gak mau tapi dipaksa dan terpaksa, ini masih permulaan, sudah 2 tahun semenjak gak aktif lagi di dunia cyber. Kekeh dengan Friendster yang mengawali semua hari hari lalu dari sedih, senang, dan semua aktivitas yang ada dirangkum jadi satu. Memilih dan memilah akhirnya jatuh juga pada pilihan sekarang ini di awali dengan keraguan dan kesabaran suami ikut memilih padahal sih gak penting penting banget hehihie… tapi tetep pilihan berdua lah yang punya kesan dan arti tersendiri buat kita. Nah dari sini akan ada awal dan semoga tidak akan berakhir seperti yang lalu lalu.
Hari ini dari tadi pagi mulut belum tersentuh yang namanya NASI adanya tuh di lemari es hanya telur dan daging yang sudah di cincang, sedangkan di lemari makanan hanya ada Mie rebus dan bumbu bumbu yang gak penting penting banget buat di beli tapi toh tetep di beli juga, Siang tadi kepikiran sih buat masak tapi mendadak mules egh jadi males deh, perut sih udah di isi sama mie rebus tadi pagi dan siangnya dengan kentang goreng, menjelang sore nyemil pisang coklat (piscok) tapi tetep aja kalau belum ketemu yang namanya nasi perut gak ada kenyang kenyangnya soo Nasiiiiii… tunggu aku yach.
Tags: CeLotehHari Ini
Oktober 1, 2005 pada 9:40 pm (Uncategorized)
Mama.. kangen igh… heuheuhee.. kangen kangenan padahal tidur seranjang
, humm… jaat sih mama nya..
mana katanya mau posting lagi di http://www.mafia.or.id
Agustus 2, 2004 pada 8:19 am (Uncategorized)
Fiuh … Ingin meLepas sesak yaNg ada tapi begitu berat, kemariN hari yaNg berat bagi kluargaku dan kluarga babang di Bangka. Nek yaNg waktu kemariN sempat kami temui daN bicara lewat dialeg pklpiNang, masih kelihataN sehat tapi Tuhan berkeheNdak laiN muNgkin Engkau meNgingiNkan Nek melihat akaD kami melalui caraMu, meRaNgkul kebahaGiaaN kami deNgan peNuh sujuD.
Ndak seperti biasaNya aku bobo mbe Ibu, hisk saiki aku bobo mbe gufi ae. Ibu pulaNg ke Desa kelahiraNya untuk resik makam menjelang hari pernikahan putrinya, daN sedihNya lagi besok hari jadiku malah sepi dirumah wooogh masak sendiri buat hari jadinya sendiri, bahagiakah aku! jelas tetap bahagia walau babang jauh, ibupun disana, tapi aku yakin semua ini ada hikmahnya.
Melepas umur yaNg ke 23, hum tinggal beberapa jam lagi dan itu bikin aku sedih, banyak banget kenangan. DaN kenangan ini ndak bisa terbayar dengan apapuN berjalan dengan sendirinya …
- Putih -
Gumpalan kecil jatuh perlahan
maLam Yang lembut
tak terbayangkan betapa indah
saat menyentuhnya
dingin
MengaYun
menYentuh bumi
dan meNyelimutinya
penuh dengan ciNta
daMai
…
Juli 31, 2004 pada 2:17 am (Uncategorized)
Kembali terIngat apa yang telah Lalu, saat semua ini berjalan apa adanya ketika itulah kumbang NgeNgat dataNg, seketika itu yang biasa dan apa adanya menjadi tidak lagi biasa. Yang ada hanya kekuatiran yang meNdera, kecemasaN Yang saNgat dan pemberoNtakan kecil pada setiap Langkah yaNg iNgin di tuju.
Kaki iNi muNgkin tak perNah lelah karNa terbalut saNdal jepit yang tebalNya 1cm, buatan Negri seNdiri yang berMerekkaN SwaLlow. Tapi apakah bisa seGumpal darah merah berbeNtuk hati meNahan himpitan semua perasaaN Yang meNdera!! Ndak perlu jawaban, karNa apa Yang aku rasakaN bukaN hal yaNg harus diUMUMkan, walaupun hati keciL ini terbuNgkus guMpalan dagiNg dan Lemak, Yang harus masih terbuNgkus dengan LapisaN kulit, sebaris kata yang terLoNtar meNgoyak semua pembuNgkus itu.
TaNpa ada yaNg tersisa, kekuataN tulaNg ikut rapuh dalam dagiNg yaNg berLemak. Seketika itu tak ada Lagi kepercaYaan yaNg harus di pertahaNkaN. Lebur meNjadi satu dalam kekecewaaN dan meNgacuhkan semua keNangaN Yang maNis beberapa tahuN Lalu.
www.bete-pollz.cct
April 15, 2004 pada 10:59 am (Uncategorized)
Heningku berjalan dalam senja merah yang merona,
saat aku berada disisimu dalam dekapan rindu
semakin dekat kau bentang jarak, aku terlelap dalam pelukmu
pejamkan mata hingga tak ingin terbangun
semoga ini bukan mimpi dalam tidurku
April ini akan berlalu …
Mei, Juni, Juli, Agustus …
bisakah aku!
bertahan selama itu … !
bisakah aku!
” April 07′ 2004″
Tiba di rumah babang, di jemput Adek ma Geon.
“April 14′ 2004″
Kami kembali ke Jakarta bersama Ibu, di antar : Yuk Teh-Dimas, Yuk Yin-Geon, Adek-Iyan, Iwan, Weni.
Kapan aku ke sana lagi? kangen sama Geon, Dimas.
Lov u aLL
Muachh …
kyaaa … pesenan adek “Tembang Cinta” 7,8,9,10 <-= biar ndak lupa :p
LuV U Bank …
Februari 3, 2004 pada 2:01 am (Uncategorized)
-Ketika Aku Lelah-
berjalan pada dinginnya malam
dibawah redupnya lampu
bayanganku nyaris pudar
dan sepanjang jalanan ini
sambil memunguti kata demi kata puisi untukmu
ya … hanya untukmu …
pagi … Jakartaku, setelah sepi membelenggu didalam rinduku aku terbaring dalam hangatnya kamar, meringkuk seperti anak kecil yang rindu hangatnya sang Bunda …, kepalaku pening rasa yang selalu hadir ketika aku terbangun. dan kembali kini aku duduk termangu memandangi rinduku dalam sepi …
aku jemu, aku sepi, aku resah
menghitung hari yang kau janjikan
dimana ada aku dan kamu …
lelah jiwa, lelah hati, lelah waktu
cuma kamu yang ku tunggu
s’moga pengorbanan ini tak sia” …
Tiap detik, tiap menit, tiap jam
aku merindu …
Januari 29, 2004 pada 6:40 am (Uncategorized)
siang ini baru inget lagi paswnya, udah lama ndak isi ini blog humm.. kangen pengen berkeluh kesah lagi
bweee
Desember 11, 2003 pada 5:08 am (Uncategorized)
Kisah Cinta
Suatu ketika, terdapat sebuah pulau tempat tinggal seluruh perasaan:
Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan dan masih banyak lagi yang lain,
termasuk
diantaranya, Cinta.
Suatu hari diumumkan kepada seluruh perasaan bahwa pulau tersebut tidak
lama
lagi akan tenggelam, sehingga seluruh perasaan
yang ada segera mempersiapkan perahunya untuk pergi.
Cinta terus bertahan hingga detik-detik terakhir. Saat pulau hampir
tenggelam,
barulah Cinta berpikir untuk minta bantuan. Kekayaan lewat di depannya
dengan
kapal yang megah.
Cinta berkata, “Kekayaaan bolehkah aku pergi bersamamu?”
Kekayaan menjawab, “Tidak bisa kapalku penuh dengan emas dan permata,
tidak ada
lagi ruang yang tersisa.”
Cinta memutuskan untuk bertanya pada Kesombongan yang melewatinya
dengan kapal
yang indah.
“Kesombongan, tolong selamatkan aku!”,
“Cintaku sayang, aku tidak bisa membantumu. Kamu basah sekali, nanti
merusakkan
kapalku yang indah.”
Lalu kemudian Kesedihan tampak berlayar di dekat pulau. Cinta pun
berteriak, “Kesedihan ijinkan aku pergi bersamamu!”
“Aduh….Cinta, aku terlalu sedih. Sekarang aku hanya ingin sendiri
kamu tidak
bisa ikut denganku.”
Setelah beberapa saat, Kebahagiaan pun tampak di kejauhan, tapi dia
terlalu
bahagia sehingga tidak mendengar saat Cinta memanggilnya.
Tiba-tiba terdengar suara, “Cinta, ikutlah denganku.”
Muncullah sosok tua dengan kapalnya yang tak kalah tua namun berkesan
agung dan
anggun berwibawa. Cinta merasa sangat bersyukur, langsung naik ke
kapal. Akibat
terlalu girang bisa selamat dari pulau perasaan yang tenggelam, saat
mencapai
daratan kering, Cinta lupa menanyakan nama sosok tersebut hingga sosok
tersebut
hilang menjauh ditelan cakrawala,
melanjutkan perjalanannya.
Sadar betapa besar hutang budinya kepada sosok tua tersebut, Cinta pun
bertanya
kepada Pengetahuan, sesepuh para perasaan yang ditemuinya di pulau itu.
“Siapakah yang telah menolongku?”
“Dia adalah Waktu,” jawab Pengetahuan.
“Waktu….?” tanya Cinta setengah tidak percaya.
“Tapi mengapa Waktu bersedia menolongku?”
Pengetahuan tersenyum dengan penuh kebijaksanaan dan menjawab,
“….Karena hanya Waktu yang dapat memahami betapa besar arti sebuah
Cinta….”
Diary Pribadi
Abel Elhq (Scut)


